21 Mei = Hari Dialog dan Pengembangan Perbedaan Budaya Sedunia

Hari Keanekaragaman Budaya untuk Dialog dan Pembangunan Dunia

Hari Keanekaragaman Budaya untuk Dialog dan Pembangunan Dunia – Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menetapkan 21 Mei sebagai hari dialog dan keragaman budaya di seluruh dunia sejak tahun 2002. Peringatan ini dimulai ketika UNESCO mengeluarkan deklarasi universal tentang keragaman budaya. Melalui resolusi PBB, Direktur Jenderal UNESCO Irina Bokova berharap hari dialog dan keragaman budaya dapat mengingatkan kekayaan budaya dunia dan saling menghormati. Menurut Bokova, perbedaan budaya seharusnya menjadi sumber kekayaan, bukan perpecahan. Selain itu, dialog antarbudaya juga harus ditingkatkan agar masing-masing kelompok dapat saling memahami. “Dialog dapat menghilangkan kesalahpahaman dan membangun perdamaian”, kata Bokaya.

PBB mencatat bahwa sebanyak 75% konflik besar yang terjadi di dunia saat ini berakar pada dimensi budaya. PBB juga meluncurkan dialog untuk menjembatani budaya dalam rangka menciptakan perdamaian. Konflik antar kelompok budaya ini sering mengemuka, misalnya konflik etnis Dayak dan Madura di Sampit, konflik etnis Kristen dan Muslim di Ambon, dan peristiwa Mei 1998 yang berdampak pada kebencian etnis Tionghoa. Tindakan sederhana yang disarankan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk merayakan keragaman budaya termasuk mengunjungi pameran budaya, mendengarkan musik dari budaya yang berbeda, mengundang tetangga yang berbeda agama atau etnis untuk makan bersama, atau menonton film yang berkisah tentang budaya yang berbeda. Indonesia sendiri tercatat sebagai salah satu negara paling beragam di dunia. Badan Pusat Statistik menyebutkan ada 1.128 suku bangsa di Indonesia yang tersebar di 17.000 pulau. Konflik antar kelompok budaya ini sering muncul. Misalnya, konflik etnis Dayak dan Madura di Sampit, konflik etnis Kristen dan Muslim di Ambon, dan peristiwa Mei 1998 yang menimbulkan kebencian terhadap etnis Tionghoa.

Keanekaragaman budaya merupakan penggerak pembangunan, tidak hanya dalam hal pertumbuhan ekonomi, tetapi juga sebagai sarana untuk menuju kehidupan intelektual, emosional, moral dan spiritual yang lebih memuaskan. Ini ditangkap dalam tujuh konvensi budaya, yang memberikan dasar yang kuat untuk mempromosikan keragaman budaya. Keragaman budaya merupakan aset yang sangat diperlukan untuk pengentasan kemiskinan dan pencapaian pembangunan berkelanjutan.

Pada saat yang sama, penerimaan dan pengakuan keragaman budaya khususnya melalui penggunaan inovatif media dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) – kondusif untuk dialog antara peradaban dan budaya, rasa hormat dan saling pengertian.

Peran Mahasiswa dalam Merayakan Hari Keanekaragaman Budaya

  1. Mengunjungi pameran seni atau museum yang didedikasikan untuk budaya lain.
  2. Mintalah keluarga atau orang-orang di lingkungan dari budaya atau agama lain untuk berbagi makanan dengan Anda dan berbagi pandangan tentang kehidupan
  3. Menonton film atau membaca buku dari negara lain
  4. Mintalah orang-orang dari budaya yang berbeda untuk berbagi kebiasaan Anda
  5. Baca tentang pemikir hebat dari budaya lain
  6. Pergi pada akhir pekan untuk mengunjungi kuil yang berbeda dan berpartisipasi dalam perayaan.
  7. Mainkan “permainan stereotip”. Tempelkan tulisan di dahi di sana dengan nama negara. Minta orang lain untuk membagikan stereotip Anda tentang orang-orang dari negara itu.
  8. Pelajari tentang perayaan tradisional dari budaya lain, misalnya tentang Ramadhan atau tentang perayaan menakjubkan dari Malam Tahun Baru Festival Qingming di Cina
  9. Sebarkan budaya Anda sendiri ke seluruh dunia melalui halaman Facebook atau media sosial lainnya dan pelajari tentang budaya lain
  10. Jelajahi musik dari budaya yang berbeda.
  11. Menyelenggarakan acara Keanekaragaman Budaya untuk dialog dan pengembangan dunia, termasuk seminar, program pendidikan untuk anak-anak dan remaja, peluncuran kolaborasi antara lembaga resmi dan kelompok etnis, pameran dan perayaan untuk menciptakan kesadaran yang lebih besar akan nilai-nilai budaya dan kebutuhan untuk melestarikannya.

Hari Keanekaragaman Budaya Sedunia untuk dialog dan pembangunan cenderung ditandai di negara-negara yang memiliki sejarah budaya yang beragam dan mengakui pentingnya merangkul atau melindungi

About admin

Check Also

Tragedi Luna Coin Bikin Pemain crypto Kabur Masal

Supli news –  Sejak Terjadinya Tragedi Luna Coin yang Rugpull karna kesalahan system yang di …